5 Alasan Sukses di Sekolah Tidak Menjamin Sukses di Kehidupan Nyata

5 Alasan Sukses di Sekolah Tidak Menjamin Sukses di Kehidupan Nyata

Diposting pada

Nampaknya sekolah yang tinggi, dengan nilai dan prestasi yang baik, tidaklah cukup untuk menjamin kesuksesan seseorang. Pasalnya dalam kenyataanya, banyak kita temui orang dengan gelar dan pendidikan yang tinggi, setelah selesai sekolah malah pengangguran.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mencatat ada sekitar 8,8% dari total 7 juta orang yang pengangguran di Indonesia adalah sarjana. Ini menunjukan sekitar 630.000 sarjana tidak mendapatkan pekerjaan alias pengangguran.

Wah, data di atas bikin kita geleng-geleng. Ternyata benar, sekolah saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang sukses. Bahkan sebaliknya, terkadang orang yang sekolahnya kurang baik, putus di tengah jalan, bisa saja menjadi sukses. Contohnya seperti bill gates dan mark zuckerberg, mereka adalah orang yang sempat drop out dari sekolahnya, namun kini mereka bisa sukses. Masa depan memang tidak bisa diprediksi, apa saja dapat terjadi, tidak ada yang tahu.

Dalam kesempatan ini, saya akan mengulas beberapa daftar alasan mengapa sukses disekolah saja tidak cukup menjamin kamu sukses di kehidupan nyata. Seperti apa ulasan saya? Simak berikut ini.

1. Sekolah merupakan bagian kecil dari perjalanan hidup yang begitu panjang

Ketika duduk di bangku sekolah, pasti banyak diantara kita yang beranggapan, satu-satunya jalan untuk mendapatkkan pekerjaan yang layak adalah dengan cara bersekolah. Meyakini hal itu memang baik, namun di dalam kenyataanya tidak semudah yang di bayangkan.

Apakah dengan berhasil menyelesaikan sekolah, kita benar-benar akan mendapat pekerjaan. Nampak tidak semudah itu. Rentetan perjalanan hidup sangatlah panjang. Lulus sekolah merupakan perjalanan awal kita memulai kehidupan yang sebenarnya.

2. Kebanyakan orang hanya fokus kepada nilai yang di dapat, bukan skill dan potensi

Mendapatkan nilai yang baik memang menjadi prioritas seseorang ketika bersekolah. Dan itulah yang paling ditekankan oleh orang tua dan guru-guru kita. Setiap ada pelajar yang kemampuanya terbatas, misalkan nilainya selalu jelek seringkali diremehkan dan di pandag buruk. Sedangkan pelajar yang memiliki banyak prestasi dengan nilai yang baik, pasti selalu di elu-elukan. Yaps, inilah realita dan fakta pendidikan kita selama ini.

Padahal sejatinya, setiap pelajar itu memiliki kelebihan dan keahlian masing-masing, mereka butuh di bimbing dengan passion yang sesuai dengan apa yang dia miliki, bukan dipaksa menguasai suatu hal yang bukan dari pada passionya.

Entah sampai kapan pendidikan kita seperti ini, semoga saja kedepanya ada gebrakan baru agar budaya seperti ini tidak terus menerus menjadi penyebab minimnya kualitas generasi bangsa kita.

3. Menganggap ijasah satu-satunya jalan untuk mendapatkan pekerjaan

Jika anda berhasil lulus dengan nilai dan prestasi yang cukup baik, maka patut anda syukuri. Namun sekali lagi saya tekankan, itu semua tidaklah cukup bagi anda di dalam dunia kerja. Seringkali bayangan kita setelah lulus, dapat nilai, bagus, kemudian melamar pekerjaan maka kita akan diterima di perusahaan yang baik.

Apa yang sudah anda rencanakan, tidak selamanya sesuai kenyataan. Ijazah itu bukanlah menjadi faktor utama penentu anda dalam dunia kerja. Sudah banyak orang yang tahu, bahwa untuk mendapatkan nilai tidak sesulit mendapatkan sebuah skill.

Perusahaan sekarang sudah banyak yang pintar, mereka juga jeli dalam menilai calon karyawanya. Jika anda hanya mengandalkan ijasah semata, maka siap-siap, ada kemungkinan anda diterima, namun besar juga kemungkinan anda akan ditolak. Ingat, yang melamar pekerjaan bukan hanya anda saja, diluar sana anda banyak sekali orang yang juga melamar pekerjaan sama dengan anda.

4. Tidak memiliki pengalaman kerja

Yang namanya kita bersekolah, tentu kita akan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Kalaupun kita sekolah sambil bekerja, terkadang tidaklah mudah. Alasanya bukan hanya karena faktor internal, melainkan juga faktor eksternal seperti kebijakan kampus. Ada kampus yang menerapkan sistem kuliah paket, di mana jam kuliah sudah ditentukan dan tidak bisa diganti pada jam yang lainya.

Jadi kesempatan mahasiswa untuk menambah pengalaman dengan kuliah sambil bekerja akan terasa sulit. Kadang persoalanya bukan hanya sampai disitu. Ada juga mahasiswa yang tidak di idzinkan sambil bekerja oleh orang tuanya, mereka hanya disuruh fokus untuk menyelesaikan studinya.

Makanya sangat sedikit mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja. Sedangkan di kehidupan nyata, pengalaman kerja sangatlah penting. Bahkan di beberapa perusahaan pun ada yang tidak terlalu melihat nilai akademik, namun lebih kepada skill dan pengalaman apa yang sudah pernah dilakukan.

Baca Juga : 5 Peluang Bisnis Menjanjikan Tanpa Resiko untuk Mahasiswa

5. Persaingan Hidup yang Semakin Berat

Semakin hari pertumbuhan jumlah penduduk di dunia kian bertambah. Semakin bertambahnya jumlah penduduk membuat tingkat persaingan menjadi semakin ketat. Terutama sekali persaingan dalam dunia kerja, kita tahu jumlah orang yang berpendidikan saat ini tidak sama dengan jaman dahulu.

Jaman dahulu mungkin orang yang sekolah bisa dikatakan sedikit, wajar saja pada saat itu untuk bisa sekolah tidak semua orang mampu. Namun di jaman sekarang, coba dilihat, ada banyak sekali orang yang berbondong-bondong bersekolah, dan kita juga termasuk diantaranya.

Untuk masuk ke dalam kampus pilihan pun kita bersaing, apalagi di dalam dunia kerja sudah pasti kita akan bersaing lagi dengan banyak orang demi mendapatkan sebuah pekerjaan.

Kalau hanya mengandalkan nilai saja, maka jangan harap kita akan mudah mendapatkan pekerjaan. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang, jika memang anda masih berstatus pelajar/mahasiswa, cobalah untuk mengembangan skill dan bakat yang anda miliki, setidaknya itu akan memudahkan anda nantinya di dalam dunia kerja.

Kesimpulan

Dalam hidup kita semua harus bekerja keras, persaingan hidup kian ketat. Gelar pendidikan sudah tidak bisa menjamin untuk mendapatkan pekerjaan. Yang menjadi faktor penentu kita mendapatkan pekerjaan adalah kualitas kita, skill serta kemampuan yang kita miliki. Mulailah dari sekarang untuk meningkatkan skill dan kemampuan yang ada di dalam diri kita.

Baca Juga : 5 Cara Agar Menemukan Potensi Diri Sendiri

Demikian beberapa alasan mengapa sukses disekolah tidak menjamin kamu sukses di kehidupan nyata. Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *